Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
28072026

Inovasi SEGER PHE Jambi Merang Pangkas 2.211 Ton CO₂-eq Emisi SEGER, Cegah Shutdown TOX dan Kurangi Emisi

MUBA, LS – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang memaparkan inovasi lingkungan “SEGER” (Screen Guard Pre-Filter) dalam rangkaian Media Field Trip AJP 2026, usai peresmian Rumah Produksi KWT Embun Pagi di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (17/9/2026).

Pemaparan yang disampaikan Aprianto selaku Rotating Technician, Anastasia Dinda Environment Specialist dan Rudi Subur selaku Sr Supervisor Electrical Maintenance, tersebut menjelaskan inovasi yang diterapkan di unit Thermal Oxidizer (TOX) Sungai Kenawang Central Gas Plant. Inovasi ini dirancang untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus menjaga keandalan operasi produksi hulu migas.

Sebelum SEGER diterapkan, proses pembersihan filter udara pada TOX mengharuskan unit dimatikan sementara. Kondisi tersebut menyebabkan gas asam yang semestinya diproses melalui TOX dialihkan untuk dibakar melalui flare. Proses shutdown untuk pembersihan filter tersebut sebelumnya dapat terjadi hingga tiga kali dalam setahun.

Tim PHE Jambi Merang kemudian mengembangkan SEGER sebagai saringan pelindung yang dipasang di depan filter udara utama. Komponen tersebut dapat dilepas dan dibersihkan tanpa menghentikan operasi TOX.

“Berangkat dari masalah di lapangan. Kami mencari cara agar proses pembersihan lebih cepat, mudah, dan unit tetap running,” ujar Aprianto selaku Rotating Technician yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut.

Menurut pemaparan PHE Jambi Merang, sejak diterapkan pada 2024 hingga 2026, inovasi SEGER tercatat berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.211,61 ton CO₂-eq serta menghasilkan nilai penghematan sekitar Rp809 juta.

Selain mengurangi emisi, penerapan SEGER membuat frekuensi shutdown TOX untuk pembersihan filter yang sebelumnya sekitar tiga kali per tahun menjadi nihil. Kondisi tersebut juga dinilai dapat mengurangi risiko gangguan operasi serta membantu menjaga keandalan dan umur peralatan.

Mereka juga menyebutkan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan budaya continuous improvement di lingkungan perusahaan. Inovasi SEGER juga telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan memperoleh sertifikat paten, berdasarkan keterangan dalam pemaparannya.

Dalam sesi diskusi, tim PHE Jambi Merang juga menjelaskan upaya perusahaan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan inovasi. Salah satunya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Jambi, dengan membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan yang dapat diterapkan dalam kegiatan operasi maupun masyarakat sekitar wilayah kerja.

Pengembangan SEGER, menurut tim PHE Jambi Merang, berawal dari persoalan teknis yang ditemui langsung di lapangan. Ide tersebut kemudian dikembangkan dengan mengadaptasi konsep penyaringan pada peralatan lain, lalu disesuaikan dengan kebutuhan sistem TOX.

PHE Jambi Merang berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap operasi hulu migas yang lebih efisien sekaligus menekan dampak lingkungan. (les)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.