MUBA, LS – Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, resmi diresmikan sebagai bagian dari program pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat berbasis budidaya singkong.
Peresmian yang ditandai dengan potong tumpeng yang dilakukan langsung oleh Field Manager PHE Jambi Merang, R. Satrio Nursabdo, bersama Camat Bayung Lencir Zukar, SKM., M.Si., disaksikan Sekcam Bayung Lencir Aka Anggara Saputra, S.STP., M.Si., Kepala Desa Simpang Bayat Fathurohman, S.E., beserta perangkat desa, Ketua KWT Embun Pagi Riyanti dan anggota, tim Community Involvement & Development serta Corporate Communication PHE Rokan Zona 1, PPL Pertanian Desa Simpang Bayat, perwakilan wartawan dari Jambi dan Sumatera Selatan, serta sejumlah undangan lainnya.
Rumah produksi ini menjadi sarana pengembangan usaha KWT Embun Pagi dalam mengolah hasil budidaya singkong masyarakat lokal menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, termasuk tepung mocaf.
Ketua KWT Embun Pagi, Rianti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PHE Jambi Merang yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan KWT, mulai dari bantuan peralatan, berbagai pelatihan hingga pembangunan rumah produksi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan dukungan. Khususnya kepada tim PHE Jambi Merang yang selama ini telah bekerja sama dan memberikan berbagai bantuan kepada KWT Embun Pagi,” ujar Rianti.
Ia berharap kerja sama dan pembinaan tersebut dapat terus berlanjut sehingga KWT Embun Pagi semakin maju serta mampu meningkatkan pendapatan anggota dan petani singkong di Desa Simpang Bayat pada khususnya.
Rianti juga berharap pemerintah kecamatan dan desa turut membantu memperkenalkan produk KWT Embun Pagi agar dapat dipasarkan lebih luas.
“Kami berharap produk kami bisa dikenal tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di daerah lain. Kami mohon terus diberikan bimbingan, pembinaan dan dukungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Simpang Bayat, Fathurohman, S.E., mengatakan rumah produksi singkong KWT Embun Pagi merupakan salah satu program yang mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, masyarakat Desa Simpang Bayat sebelumnya telah mengembangkan produk olahan singkong, salah satunya tepung mocaf. Kehadiran rumah produksi dan peralatan pendukung diharapkan semakin meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produk.
“Singkong yang digunakan berasal dari masyarakat lokal Desa Simpang Bayat. Kemudian diolah menjadi tepung dan dapat dikembangkan lagi menjadi berbagai produk makanan,” jelasnya.
Fathurohman mengapresiasi dukungan PHE Jambi Merang yang telah membantu mulai dari pembangunan rumah produksi, penyediaan peralatan hingga pelatihan bagi kelompok masyarakat.
Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong produk olahan singkong Desa Simpang Bayat menembus pasar yang lebih luas.
“Harapan kami, produk olahan dari Desa Simpang Bayat ini tidak hanya menjadi produk lokal, tetapi dapat dipasarkan lebih luas dan memiliki nilai ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Field Manager PHE Jambi Merang, R. Satrio Nursabdo, mengatakan peresmian rumah produksi tersebut merupakan salah satu tonggak dalam proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara bertahap.
Menurutnya, masyarakat Desa Simpang Bayat telah memiliki potensi dan pengalaman dalam mengolah singkong. Dukungan perusahaan diarahkan untuk memperkuat potensi tersebut agar berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Rumah produksi ini menjadi salah satu milestone proses pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi awal perjalanan menuju kemandirian masyarakat,” kata Satrio.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan penguatan kapasitas, produksi, pemasaran dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Satrio juga menilai pengembangan produk singkong sejalan dengan upaya mendorong kemandirian pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan masyarakat harus berkelanjutan. Kami hanya menjadi pemicu atau trigger, sementara pengembangannya membutuhkan kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, masyarakat dan stakeholder lainnya,” jelasnya.
Ia berharap rumah produksi yang telah dilengkapi berbagai peralatan tersebut dapat meningkatkan kualitas produk KWT sehingga memiliki daya saing dan dapat dipasarkan lebih luas, termasuk melalui berbagai kegiatan di tingkat desa, hingga luar daerah maupun pangsa pasar nasional.
PHE Jambi Merang, lanjutnya, juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan pemerintah dan masyarakat agar program pemberdayaan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Sementara itu, Camat Bayung Lencir Zukar, SKM., M.Si., mengapresiasi langkah PHE Jambi Merang yang telah menggandeng masyarakat untuk meningkatkan perekonomian lokal.
Menurutnya, potensi singkong di Desa Simpang Bayat sebenarnya telah ada sejak lama dan bahkan telah dikembangkan menjadi produk unggulan. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan inovasi, kemasan, pemasaran dan membangun identitas produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Jangan hanya singkong menjadi singkong, tetapi harus bisa diolah menjadi berbagai produk makanan. Inilah bentuk inovasi,” ujarnya.
Zukar mendorong KWT Embun Pagi untuk memperbaiki kualitas kemasan dan memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial. Dengan demikian, produk lokal dapat dikenal masyarakat yang lebih luas.
Ia juga berharap produk KWT Embun Pagi nantinya dapat masuk ke toko, minimarket maupun gerai pemasaran lainnya sehingga membuka akses pasar yang lebih besar.
“Kalau kemasannya bagus dan produknya berkualitas, kita harus berani bersaing dengan produk lain. Potensi ini harus kita angkat menjadi brand Desa Simpang Bayat dan Kecamatan Bayung Lencir,” katanya.
Ke depan, Zukar berharap rumah produksi tersebut tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga dapat dikembangkan dengan konsep gerai pemasaran sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan produk olahan singkong KWT Embun Pagi.
Ia juga berharap program pemberdayaan seperti ini dapat dikembangkan ke desa-desa lain di Kecamatan Bayung Lencir sehingga semakin banyak potensi masyarakat yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan dukungan sarana produksi, peningkatan kapasitas, inovasi produk, penguatan kemasan serta perluasan pemasaran, produk olahan singkong diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan meningkatkan pendapatan anggota KWT Embun Pagi.
Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan usaha masyarakat yang berkelanjutan dan memperkuat kemandirian ekonomi Desa Simpang Bayat. (les)
