Gandeng Instansi Kompeten, Workshop Ketapang 4 Desa di Supat Barat Berjalan Tertib
MUBA, LS – Pemerintah Desa Supat Barat, Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sukses menyelenggarakan Workshop Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang bersumber dari Dana Desa tahun 2026, yang berlangsung selama tiga hari, di mulai dari hari Kamis (21/5/2026) ini dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Supat Barat.

Workshop ini diikuti oleh jajaran kepala desa, perangkat desa, kelompok tani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Seluruh peserta berasal dari empat desa, yaitu Desa Supat Barat, Desa Supat Timur, Desa Supat, dan Desa Babat Banyuasin.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari berbagai instansi lintas sektoral yang dibagi menjadi tiga tim:
-
- Tim 1: Menyampaikan materi teknis dan kewilayahan yang diisi oleh Kepala Dinas PMD, Kabid SDA & TTG DPMD, Dinas Perikanan, serta Camat Babat Supat.
- Tim 2: Fokus pada regulasi, pengawasan, dan tata kelola anggaran yang dipaparkan oleh Kejaksaan Muba, Inspektorat Muba, Sekretaris DPMD, dan Kabid Pemdes DPMD.
- Tim 3: Memberikan materi terkait keamanan, ketertiban, dan teknis pertanian yang disampaikan oleh Polres Muba, Dinas TPHP, Bidang SDA & TTG, serta Pemerintah Kecamatan Babat Supat.
Melalui sinergi materi dari berbagai ahli ini, diharapkan empat desa peserta mampu mengoptimalkan potensi lokal secara aman, transparan, dan berkelanjutan. Workshop ini memiliki beberapa fungsi krusial bagi jajaran pemerintah desa dan masyarakat, antara lain:
-
- Edukasi Regulasi: Memastikan penggunaan anggaran Dana Desa 2026 untuk program ketahanan pangan sesuai hukum guna menghindari penyimpangan.
- Sinergi Lintas Sektoral: Menghubungkan kebijakan pemerintah daerah (pertanian, perikanan, keamanan) dengan pelaksanaan riil di tingkat desa.
- Peningkatan Kapasitas Pertanian: Membekali kelompok tani dan KWT dengan teknik budidaya modern untuk meningkatkan hasil panen lokal.
- Optimalisasi Ekonomi Desa: Melatih BUMDes dalam mengelola, mendistribusikan, dan memasarkan produk pangan hasil desa secara mandiri.
- Mitigasi Krisis Pangan: Membangun kemandirian pangan di tingkat desa agar masyarakat tidak rentan terhadap lonjakan harga pangan global. (les/lipsus)
