Jalinsum Palembang-Betung Kerap Terkunci, Sopir dan Warga Gerah Akibat Kendaraan Saling Serobot
BANYUASIN, LS – Kemacetan parah kembali menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan yang melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Palembang – Betung.
Selain dipicu oleh tingginya volume kendaraan, insiden kendaraan rusak, dan kecelakaan, kondisi ini kian diperparah oleh perilaku pengemudi yang saling mendahului dengan melawan arah.
Tak hanya itu, antrean panjang kendaraan truk yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) turut andil memperpanjang barisan kemacetan hingga membuat pengguna jalan dan warga setempat merasa gerah.
Keluhan mendalam dirasakan oleh Reno (37), salah seorang sopir minibus yang kerap melintasi jalur tersebut. Ia mengaku sangat lelah dan stres karena waktu tempuhnya habis di jalan akibat arus lalu lintas yang sering terkunci.
“Sangat menyiksa mas. Sudah jalannya padat, kondisi jalan banyak uang rusak, ditambah lagi banyak sopir yang tidak sabaran langsung menyalip dan melawan arus. Alhasil, jalan malah terkunci dari dua arah dan tidak bisa bergerak. Belum lagi harus melewati antrean truk BBM di dekat SPBU. Kami para sopir minibus ini benar-benar gerah dan rugi waktu serta BBM,” ujar Reno dengan nada kecewa.
Dampak buruk kemacetan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para pengguna jalan, tetapi juga merenggut kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.
Maria (42), warga Kelurahan Betung Selatan, mengeluhkan aktivitas sehari-harinya yang selalu terganggu akibat kemacetan yang tiada habisnya.
“Setiap hari kami di sini harus akrab dengan asap knalpot, suara klakson, dan kemacetan di depan mata. Mau keluar rumah pakai motor saja susah sekali karena jalanan tertutup kendaraan yang saling serobot. Tolonglah pihak terkait segera tertibkan kendaraan yang tidak patuh aturan ini, kami warga setempat sangat terdampak,” keluh Maria.
Menanggapi situasi krusial ini, Kapolres Banyuasin melalui Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Sayyid Malik, memberikan penjelasan resmi terkait langkah-langkah taktis yang tengah dan akan dilakukan oleh pihak kepolisian.
Terkait maraknya kendaraan yang menyalip dan melawan arus hingga mengakibatkan arus lalu lintas terkunci dari dua arah, AKP Sayyid Malik menegaskan bahwa tingginya volume kendaraan angkutan barang sering memicu tindakan nekat dari para pengemudi. Untuk mengatasi hal tersebut, Satlantas Polres Banyuasin telah menyiapkan sejumlah upaya konkrit.
“Kami langsung menempatkan personel di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung dan melaksanakan patroli pada jam-jam rawan guna mencegah pelanggaran sejak dini. Kami juga menindak tegas pengendara yang melawan arus sesuai ketentuan yang berlaku. Selain imbauan langsung kepada pengemudi angkutan barang, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang di Jalinsum ini,” kata AKP Sayyid Malik.
Ia juga mengingatkan bahwa tertib berlalu lintas adalah kunci utama. “Meskipun niatnya ingin lebih cepat, melawan arus justru memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan,” tambahnya.
Menanggapi persoalan kemacetan yang diakibatkan oleh antrean kendaraan pengisi BBM di SPBU, AKP Sayyid Malik menjelaskan bahwa pihaknya telah memitigasi dampak tersebut dengan langkah-langkah situasional yang cepat.
“Jika antrean SPBU mulai memicu kemacetan, personel kami segera datang ke lokasi untuk mengatur arus agar antrean tidak meluas ke badan jalan. Kami berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar pengaturan antrean dimaksimalkan di dalam area SPBU. Kendaraan diarahkan untuk tidak berhenti di badan jalan agar tetap memberikan ruang bagi arus lalu lintas,” jelasnya.
Lanjutnya, jika kepadatan sudah sangat signifikan, pihak kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional serta berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai pengelolaan antrean maupun distribusi BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, tidak menyerobot antrean, dan mengutamakan keselamatan. Kerja sama seluruh pengguna jalan sangat menentukan kelancaran arus lalu lintas di Jalinsum Betung–Palembang ini,” pungkasnya. (Les)
