Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
Banyuasin

SKK Migas Sumbagsel: Media Adalah Mitra Utama Operasional Hulu Migas

PALEMBANG, LS — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sukses menggelar workshop sekaligus pengumuman pemenang Anugerah Jurnalistik Hulu Migas 2026 di Hotel Emilia Palembang, pada Senin (29/6/2026).

Acara ini dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi peserta terpilih dalam lomba karya tulis jurnalistik tersebut.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, menegaskan bahwa kolaborasi dengan media massa merupakan pilar penting bagi keberlangsungan industri hulu migas. Sektor ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan penyebaran informasi yang akurat kepada publik.

“Kami yakin SKK Migas dan KKKS tidak mampu berjalan sendirian. Rekan-rekan media adalah mitra utama kami dalam menyampaikan informasi, khususnya terkait operasi hulu migas. Kegiatan hari ini adalah upaya menjaga silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman terkait operasional kami di lapangan,” ujar Syafei.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas hubungan baik yang telah terjalin erat antara industri hulu migas dan insan pers di Sumatera Selatan selama ini.

Industri hulu migas bukan sekadar kegiatan eksplorasi dan produksi komoditas, melainkan motor penggerak ketahanan energi nasional. Sektor ini memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara, investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Peran strategis ini sejalan dengan visi Astacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan dan kemandirian energi sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Sektor hulu migas mengemban tanggung jawab besar untuk mendukung pencapaian target produksi nasional sebesar 2,6 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) sebelum tahun 2035.

“Target ini tidak mudah. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, hingga insan media. Keberhasilan industri ini tidak hanya ditentukan oleh operasi di lapangan, tetapi juga oleh pemahaman dan dukungan publik,” tambah Syafei.

Di tengah dinamika global seperti transisi energi dan situasi geopolitik internasional, publik membutuhkan informasi yang komprehensif mengenai proses bisnis, tantangan, dan peluang industri hulu migas. Melalui workshop pembekalan ini, para jurnalis diharapkan mendapatkan tambahan wawasan objektif untuk diedukasikan kepada masyarakat.

Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang Media Kompetisi Wartawan Sumsel 2026. Ajang ini ditegaskan bukan sekadar perlombaan materi, melainkan sebuah wadah apresiasi untuk mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas, edukatif, dan mampu membangun pemahaman publik yang sehat terhadap industri hulu migas. (les)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.