Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
Banyuasin

Merdeka dari ‘Drama Dapur’: Kisah Ibu Syofini dan Berkah Api Biru Jargas di Bumi Serasan Sekate 

Oleh : N Mardian Charles

Pagi itu, hujan menderu sangat deras di atas atap perumahan GMP, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di dalam rumah tersebut, Ibu Syofini, seorang perempuan tangguh berusia 72 tahun, sedang mengaduk masakan di atas kompornya.

Cahaya biru melingkar sempurna, tenang, dan konstan mematangkan hidangan. Bagi Ibu Syofini, api biru yang menyala di dapurnya hari ini bukan sekadar alat untuk mematangkan makanan. Api biru itu adalah simbol kemerdekaan, akhir dari rasa cemas yang bertahun-tahun menghantui masa tuanya.

Sebelum “garis takdir” mempertemukannya dengan program Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga, hari-hari Ibu Syofini dipenuhi oleh “drama dapur” yang melelahkan fisik dan batin. Ia ingat betul bagaimana rasanya didera kepanikan saat kompor tiba-tiba mati di saat dalu (tengah malam), atau ketika persediaan gas habis justru di saat hujan deras sedang mengguyur kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin atau yang dikenal dengan Bumi Serasan Sekate.

Dalam usia yang tak lagi muda, Ibu Syofini harus menjinjing tabung LPG (gas melon) 3 kilogram. Belum lagi drama kelangkaan yang memaksanya berjalan dari satu warung ke warung lain, berharap agar bisa membawa pulang satu tabung gas demi menyambung asap di dapur rumahnya.

Namun, roda zaman berputar membawa perubahan besar. Pertamina melalui subholding gasnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), datang membawa secercah inovasi yang merubah segalanya. Lewat komitmen tiada henti, mega proyek infrastruktur ini mengalirkan berkah langsung dari perut bumi Musi Banyuasin, sebuah wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi terbesar di Indonesia langsung ke pipa-pipa rumah tangga.

Bagi ribuan ibu rumah tangga di Sekayu, esensi dari kehadiran Jargas ini melampaui lembaran angka rupiah yang berhasil dihemat setiap bulannya. Di sinilah aspek kemanusiaan sejati itu berbicara. Jargas telah menaikkan harkat, martabat, dan kenyamanan hidup para ibu. Ibu-ibu di Sekayu kini tidak perlu lagi mematikan kompos gasnya di tengah jalan karena khawatir akan kehabisan gas saat sedang menggoreng lauk. Tidak ada lagi rasa was-was kompor meledak akibat tabung bocor, tidak ada lagi cerita punggung yang encok karena mengangkat gas melon, dan tidak ada lagi cerita ibu-ibu paruh baya berburu gas di tengah malam. Jargas hadir sebagai penghemat biaya sekaligus penenang jiwa.

Sambungan pipa dan meteran pelanggan harga di GMP Sekayu
Sambungan pipa dan meteran pelanggan di Perumahan GMP Kecamatan Sekayu

Transformasi yang dirasakan oleh Ibu Syofini merupakan manifestasi nyata dari semangat Energizing Innovation yang diusung oleh Pertamina. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pertamina tidak hanya bertindak sebagai entitas bisnis, melainkan agen perubahan yang merangkul fleksibilitas dan adaptabilitas demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. Transisi energi bukan lagi sekadar narasi elite, melainkan sebuah gerakan nyata yang berawal dari kompor dapur masyarakat kecil.

Braman Setyoko, Area Head PGN Palembang, bagian dari Sales and Operation Region I (SOR I), saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026), menegaskan bahwa perluasan jargas ini adalah langkah strategis nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil dan memangkas beban subsidi pemerintah. Hingga tahun 2026 ini, PGN secara nasional telah mengalirkan kebahagiaan ke lebih dari 824.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 18 Provinsi dan 76 Kabupaten.

Khusus di Kabupaten Musi Banyuasin, lumbung energi ini secara bertahap terus mengoptimalkan potensinya sendiri. Saat ini, jargas di Muba telah mencapai 17.315 SR, dengan sebaran dominan di Kecamatan Sekayu sebanyak 11.151 SR, Kecamatan Sungai Lilin 2.802 SR, dan Kecamatan Bayung Lencir sebanyak 3.362 SR. Angka-angka ini bukan sekadar statistik kaku, melainkan representasi dari belasan ribu keluarga yang telah merdeka dari kecemasan logistik dapur. Kebijakan harga yang dipatok stabil oleh Pemerintah melalui BPH Migas memastikan bahwa gas bumi domestik ini jauh lebih murah, praktis, bersih, dan aman dibandingkan energi fosil alternatif lainnya.

Komitmen ini tidak berhenti sampai di sini. Menjawab tantangan masa depan dan mempercepat pemanfaatan energi bersih, pada tahun 2026 ini PGN bergerak cepat memperluas jaringannya ke wilayah baru. Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin ditargetkan akan menerima alokasi tambahan kurang lebih sebanyak 5.100 SR baru. Langkah agresif ini menjadi pembuktian bahwa inovasi Pertamina memiliki sifat yang lentur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai pelosok daerah.

2026, PGN memperluas jaringannya ke wilayah baru. Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin
2026, PGN memperluas jaringannya ke wilayah baru. Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin

Kembali ke dapur hangatnya di Balai Agung, Ibu Syofini menatap masa depan dengan mata jernih penuh harap. Asa yang ia miliki hari ini adalah representasi dari mimpi seluruh ibu rumah tangga di pelosok Bumi Serasan Sekate. Ia mendambakan suatu hari nanti, batas tak kasat mata antara kemudahan energi di perkotaan dan keterbatasan di perdesaan akan runtuh sepenuhnya. Bagi Ibu Syofini, makna swasembada energi yang sejati bukanlah tentang seberapa besar angka ekspor mentah keluar negeri, melainkan ketika seluruh dapur ibu-ibu di pelosok daerah dapat menikmati aliran gas yang aman, murah, dan berkelanjutan dari tanahnya sendiri.

Dari titik api biru di dapur milik Ibu Syofini, kita melihat bagaimana sebuah bangsa sedang merajut kemandirian energinya satu demi satu. Ini adalah kisah tentang inovasi yang memiliki hati, tentang bagaimana teknologi dan infrastruktur raksasa beradaptasi demi memberikan ketenangan bagi jiwa seorang ibu di sudut Musi Banyuasin. Sebuah bukti nyata bahwa ketika energi dikelola dengan inovasi dan rasa kemanusiaan, keberlanjutan masa depan bangsa bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang mengalir tanpa henti.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.