MUBA, LS – Kelompok Mangga Selaro Jaya di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mempersiapkan kebun mangga mereka untuk bertransformasi menjadi kawasan agrowisata berbasis edukasi.
Pelatihan tersebut menghadirkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Simpang Bayat, Jonimal Putra Wijaya, dan konsultan pertanian, Syahrul Effendi. Selain teknik budidaya, para petani dibekali materi manajemen agrowisata. Materi tersebut meliputi pengelolaan kebun yang menarik pengunjung, pengembangan produk olahan hasil panen, hingga strategi penguatan organisasi kelompok tani.
“Keberhasilan pengembangan agrowisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebun, tetapi juga kekuatan kelembagaan kelompok tani yang mengelolanya,” ujar Jonimal.
Sementara itu, Syahrul Effendi memberikan pembekalan teknis mengenai perawatan tanaman dan peningkatan kualitas buah. Hal ini bertujuan agar kebun mangga berjenis Arum Manis dan Kiojay tersebut memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun pelajar.
- 50 bibit mangga (melengkapi total 3.000 bibit yang disalurkan sejak 2024).
- Sarana produksi pertanian.
- Peralatan berkebun.
- Fasilitas penunjang operasional demplot.
Ketua Kelompok Mangga Selaro Jaya, Heri Ismanto, menyatakan bahwa pelatihan dan bantuan ini memberikan perspektif baru bagi para petani yang selama ini hanya fokus pada hasil panen.
“Kami mulai memahami bahwa kebun mangga juga bisa menjadi tempat belajar, tempat wisata, dan sumber penghasilan baru bagi masyarakat seperti kuliner dan jasa pendukung wisata,” kata Heri.
Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa dukungan ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal desa.
“Melalui penguatan kapasitas budidaya, dukungan sarana, dan pengembangan agrowisata, kami berharap Kelompok Mangga Selaro Jaya dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang mandiri dan produktif,” pungkas Iwan. (Les)
