MUARAENIM, LS – SKK Migas Perwakilan Sumbagsel bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) kembali menggelar kegiatan rutin tahunan Media Field Trip bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel.
Tahun ini, destinasi kunjungan berlokasi di Sumur Cantik yang terletak di Desa Lembak, Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Aktivitas ini menjadi bagian dari Program Kerja Bersama Tahun 2026 untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada media mengenai operasional hulu migas di lapangan.
Fasilitas Lapangan Cantik Desa Lembak
Sumur Cantik yang dikunjungi para jurnalis berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar dengan total 8 sumur produksi. Secara keseluruhan, luasan operasional dari 4 lapangan produksi yang ada di wilayah ini mencapai kurang lebih 8 hektar.
Komitmen Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka
Field Superintendent KKKS Seleraya Belida, Elvi Kurnia Hakim, menyambut hangat kedatangan para awak media di Wilayah Kerja Lapangan Cantik. Elvi menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam operasional industri energi.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada rekan-rekan media untuk melihat langsung operasional sumur, serta berbagai upaya perusahaan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas. Kami berharap terjalin komunikasi yang semakin baik, terbuka, dan konstruktif. Kehadiran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat,” ujar Elvi.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua FJM Sumsel, Oktaf Riady SH. Dirinya berterima kasih kepada SKK Migas dan KKKS yang konsisten menjaga hubungan baik dengan pers melalui kegiatan lapangan terarah seperti ini.
“Hari ini kita melihat secara langsung bagaimana KKKS menggali minyak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut ke media gathering berikutnya. Saya berharap rekan-rekan media tetap semangat sekaligus berkomitmen menjadi wartawan yang baik,” kata Oktaf.
Kejar Target Ketahanan Energi Nasional
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri, dalam arahannya menekankan tantangan besar yang dihadapi industri hulu migas saat ini. Mengingat minyak dan gas merupakan energi tidak terbarukan, eksplorasi agresif menjadi harga mati demi memenuhi amanah presiden terkait swasembada energi.
“Saat ini kita memegang amanah terkait swasembada dan ketahanan energi, satu liter pun produksi tidak boleh turun. SKK Migas di daerah maupun pusat, bersama KKKS, harus menahan laju penurunan alamiah, mampu melakukan eksplorasi baru, serta pengeboran eksploitasi,” tegas Safei.
Safei juga mengingatkan bahwa seluruh operasional di industri hulu migas wajib mengikuti regulasi ketat dan standar yang berlaku. Semua tindakan di lapangan tidak diperkenankan berjalan tanpa persetujuan dari SKK Migas.
Ia pun meminta jurnalis untuk bersikap objektif dan independen dalam melihat realita industri di lapangan. “Kiranya dapat disampaikan kepada stakeholder bahwa kegiatan operasional kami sesuai standar. Kami meminta media jangan hanya menyampaikan hal yang positif saja, suatu saat kita perlu melihat lokasi lain untuk menyaksikan bagaimana fakta yang ada di lapangan,” tutup Safei. (les)
