Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
28072026

Antisipasi Kemarau 2026, Pemkab Muba Gandeng Swasta Gelar Simulasi dan Apel Siaga Karhutbunla

MUBA, LS – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat mengantisipasi ancaman kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla) memasuki musim kemarau tahun 2026. Melalui sinergi lintas sektor, digelar kegiatan kolaborasi bertajuk “Mari Bersama Kita Bergerak Cegah Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan” pada Selasa (28/07/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PT Babat Agro Mandiri, Kecamatan Babat Supat ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba, Dinas Perkebunan Kabupaten Muba, Pemerintah Kecamatan dan Desa se-Kecamatan Babat Supat, Sektor Swasta dan korporasi setempat

Rangkaian Agenda Krusial

Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, Kepala Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta manajemen perusahaan. Agenda utama yang dilaksanakan meliputi Apel Personil dan pengecekan peralatan perusahaan, Simulasi Penanggulangan Karhutbunla secara terpadu, Sosialisasi Pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.

Penghargaan untuk Korporasi Hijau

Sebagai bentuk apresiasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muba, Marko Susanto, S.S.T.P., menyerahkan piagam penghargaan kepada 4 perusahaan yang dinilai berkomitmen aktif menanggulangi Karhutbunla sepanjang tahun 2026, yakni PT Babat Agro Mandiri, PT Banyuasin Agro Mandiri, PT Berkat Sawit Sukamaju dan PT Bersama Sawit Sejahtera

“Upaya menjaga Muba dari bencana asap tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi adalah kunci utama. Perjuangan belum selesai, saya mengajak seluruh elemen untuk bahu-membahu memastikan Muba zero asap tahun ini,” tegas Marko Susanto.

Sanksi Hukum Tegas dan Instruksi Camat

Camat Babat Supat, Musmulyadi, S.E., M.M., memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pelaku yang melanggar akan diproses tegas sesuai hukum yang berlaku.

Guna memperkuat pengamanan di tingkat tapak, Camat menginstruksikan para Kepala Desa untuk Mengaktifkan Posko Siaga Karhutbunla, Membentuk Satgas dan menyiagakan Masyarakat Peduli Api (MPA), Meningkatkan Patroli bersama dan deteksi dini di area rawan, khususnya lahan gambut, Melaporkan Segera jika melihat titik api sekecil apa pun kepada Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau Kantor Camat.

“Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Satu api yang kita biarkan bisa membakar masa depan anak cucu kita. Mari kita jaga Babat Supat, jaga Muba, bebas asap!” pungkas Musmulyadi. (les)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.