Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
Banyuasin

Mengalirkan Energi, Menggerakkan Ekonomi: Multiplier Effect Seleraya Belida di Bumi Sriwijaya

Oleh: N.M. CHARLESĀ 

Operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) sering kali dinilai dari deretan angka produksi, kecepatan bor, atau besarnya nilai investasi. Namun, di balik rig-rig yang menjulang dan pipa-pipa yang mengalirkan energi, ada cerita tentang denyut nadi ekonomi yang berputar dan senyum masyarakat yang berubah. Inilah yang disebut sebagai multiplier effect atau efek berganda hulu migas sebuah ekosistem di mana ketahanan energi nasional berkelindan erat dengan kesejahteraan sosial di tingkat tapak.

Potret nyata keberhasilan ini terpancar jelas dari langkah progresif Seleraya Belida (SRB). Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bergerak di Wilayah Kerja (WK) Belida, SRB tidak hanya mencatatkan performa teknis yang impresif, tetapi juga membuktikan bahwa keberkahan bumi Sumatera Selatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Akselerasi Teknis Menuju Ketahanan Energi

Didukung penuh oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Seleraya Belida menjelma menjadi salah satu operator lokal yang paling diperhitungkan. SRB mencatatkan predikat best performance exploration drilling, optimasi produksi, hingga penyelesaian dokumen UKL-UPL tercepat.

Akselerasi dari fase eksplorasi ke produksi yang kilat ini dibuktikan lewat rekam jejak sumur-sumur mereka:

  • 2018: Sukses memproduksikan minyak bumi dari sumur Sungai Anggur I.
  • 2020: Mengalirkan gas bumi pertama dari sumur Cantik I.
  • 2023: Mendongkrak volume minyak bumi melalui sumur Sungai Anggur Selatan I.
  • 2025: Berhasil memproduksikan minyak bumi dari sumur Sungai Anggur Selatan II.

Tidak berhenti di situ, SRB saat ini tengah bersiap melakukan monetisasi gas bumi dari Lapangan Sungai Anggur Selatan, melakukan wild test di sumur Sasu I, serta mengebor sumur Lebong Baru I.

Agresivitas ini diamankan oleh komitmen investasi jangka panjang dari Seleraya sebagai induk perusahaan (Seleraya Group). Seleraya terus memperluas kepemilikan manfaat (beneficiary ownership) atas saham di WK Merangin II, participating interest di WK Belora dan WK Amanah, serta tercatat sebagai peserta tender WK Karunia pada tahap II tahun 2025.

Seluruh modal dan kerja keras ini bermuara pada satu visi besar nasional: mewujudkan target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) demi ketahanan energi Indonesia.

CSR: Jantung Operasional di Ring Satu

Namun, bagi Seleraya Belida, operasional hulu migas tidak boleh melupakan aspek humanis. Efek berganda sejati terjadi ketika industri ini mampu menumbuhkan ekonomi, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan kualitas hidup manusia di sekitar wilayah operasi.

“Program CSR menjadi jantung operasional perusahaan untuk memastikan keberkahan bumi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar kami,” tegas Valentina Rering, PR Supervisor CSR Seleraya Belida, saat kegiatan Media Field Trip SKK Migas, KKKS bersama Forum Jurnalis (FJM) Sumsel, (8/6/2026)

Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau CSR, SRB menyalurkan dampak positif secara terstruktur ke berbagai sektor krusial pada wilayah ring satu mereka:

1. Kesehatan yang Inklusif

Di Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, SRB hadir membawa akses kesehatan gratis. Mulai dari pelaksanaan sunatan massal, pengobatan gratis bagi warga, pemberian peralatan medis untuk fasilitas Puskesdes, hingga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan lansia guna menekan angka stunting dan menjaga kesehatan warga rentan.

2. Investasi Masa Depan Lewat Pendidikan

Pendidikan menjadi pilar utama pemutus rantai kemiskinan. Pada tahun 2025, SRB melakukan rehabilitasi total gedung SDN 12 Gelumbang di Desa Melilian, wilayah yang kebetulan menjadi lokasi fasilitas produksi utama perusahaan. Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana sekolah PAUD juga dilakukan di Dusun 2, Desa Pagar Bulan, Banyuasin, agar anak-anak usia dini bisa belajar di lingkungan yang layak.

SRB Salurkan Paket Sembako Kepada Yatim Piatu dan Orang Tua Kurang Mampu di Wilayah Kecamatan Lembak dan Gelumbang
SRB Salurkan Paket Sembako Kepada Yatim Piatu dan Orang Tua Kurang Mampu di Wilayah Kecamatan Lembak dan Gelumbang

3. Infrastruktur dan Sanitasi Lingkungan

Bergerak ke wilayah sumur Sungai Anggur Selatan 1, tepatnya di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, efek berganda hulu migas mewujud dalam bentuk pembangunan fisik. SRB membangun turap jalan (dinding penahan tanah) untuk mencegah longsor dan memperlancar mobilitas warga.

Selain akses jalan, perusahaan juga memperbaiki serta membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di gedung olahraga Desa Tapus demi meningkatkan standar sanitasi lingkungan.

4. Komitmen Hijau dan Respons Bencana

Efek berganda hulu migas juga menyentuh aspek keberlanjutan lingkungan. Bekerja sama dengan KKKS Sumsel dan SKK Migas Sumbagsel, SRB aktif melakukan penanaman bibit mangrove di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, sebagai benteng alami mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir.

Penanaman Bibit Mangrove di Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin
Penanaman Bibit Mangrove di Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin

Bahkan ketika bencana alam melanda wilayah lain di Sumatera, spirit kolaborasi SRB tetap mengalir. Berkoordinasi dengan SKK Migas Pusat di Jakarta, Seleraya Belida turut mengulurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana di wilayah Aceh.

Sele Raya Belida Bantu Korban Banjir di Kecamatan Rantau Bayur, (29/3/2023)
Sele Raya Belida Bantu Korban Banjir di Kecamatan Rantau Bayur, (29/3/2023)

Bersiap Berlari Lebih Kencang

Keberhasilan Seleraya Belida mengawinkan ketangkasan teknis hulu migas dengan kepedulian sosial menjadi bukti bahwa industri ekstraktif bisa tumbuh berdampingan secara harmonis dengan lingkungan dan manusia.

Dengan sokongan finansial yang kokoh dari induk perusahaan serta dedikasi putra-putri terbaik bangsa, Seleraya Belida siap berlari lebih kencang. Mereka membuktikan bahwa setiap barel minyak dan setiap kaki kubik gas yang ditarik dari perut bumi Sumatera tidak hanya menyalakan lampu-lampu di kota besar, tetapi juga menyalakan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat di pelosok desa.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.