Cegah Karhutbunlah, Warga Babat Supat dan Lais Diajak Jaga Lingkungan Bebas Asap
MUBA, Liputansumatera.id – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutbunlah) terus digencarkan melalui sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Babat Supat dan Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Salah satunya yang dilakukan oleh Kru Media Liputan Sumatera.
Kegiatan tersebut mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meluas dan sangat membahayakan warga dan lingkungan.
Dalam aksinya, Kru Liputan Sumatera memberikan sosialisasi agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Pesan utama yang disampaikan melalui kegiatan tersebut adalah “Warisi Udara yang Bersih, Bukan Asap Polusi” dan “Stop Bakar Lahan”. Kegiatan juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga lingkungan.
Purwanto (64), warga setempat, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi secara langsung sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan dan lahan yang rawan terbakar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Masyarakat harus semakin sadar bahwa membakar lahan dapat menimbulkan dampak luas, bukan hanya bagi lingkungan tetapi juga kesehatan dan aktivitas warga,” ujarnya, saat dilokasi perkebunan sawit salah satu warga di Desa Gajah Mati, (20/9/2026).
Terpisah, disampaikan Suliyas (35). Ia berharap sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pengawasan di lapangan.
“Kami berharap masyarakat semakin kompak menjaga lingkungan. Kalau semua ikut mencegah, tentu risiko kebakaran dan asap bisa dikurangi. Edukasi seperti ini juga perlu dilakukan secara rutin,” katanya, usai menyadap karet diperkebunan yang berlokasi di Desa Babat Ramba Jaya, (21/9/2026).

Sementara itu, Mardian selaku panitia pelaksana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutbunlah.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutbunlah. Pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu api membesar. Harapan kami, pesan Stop Bakar Lahan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Mardian juga berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, perusahaan dan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat dan bebas asap.
“Udara bersih adalah hak bersama. Karena itu, menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita semua,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Mardian juga mengucapkan terimakasih kepada PT Medco E&P dan SKK Migas yang telah mensuport dalam kegiatan tersebut. (red)
