Musprov SMSI Sumsel 2026: Perkuat Konsolidasi dan Adaptasi di Tengah Dinamika Media Siber
PALEMBANG, LS– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (29/10/2026) pagi.
Kegiatan yang dihadiri pengurus SMSI Kabupaten/Kota Se-Sumsel ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, serta penguatan organisasi dalam menghadapi tantangan industri media siber.
Dalam sambutannya, Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang telah memberikan dukungan terhadap keberlangsungan organisasi.
Jon Heri menegaskan, pembaruan kepengurusan perlu diiringi dengan pemikiran dan gagasan baru agar SMSI mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah dinamika industri media yang semakin kompleks.
Menurutnya, perusahaan media saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk regulasi yang dinilai membutuhkan perhatian dan pemahaman bersama. Salah satu persoalan yang disorot adalah kewajiban administrasi perusahaan, termasuk pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan.
Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Hukum, untuk membahas persoalan administrasi badan hukum perusahaan media serta mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Jon Heri menyinggung proses peremajaan kepengurusan SMSI di sejumlah kabupaten. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong semangat baru, memperkuat konsolidasi, dan meningkatkan kontribusi anggota dalam menjalankan roda organisasi.
“Dengan peremajaan ini, mudah-mudahan muncul pemikiran baru,” demikian inti pesan Jon Heri dalam sambutannya.
Ia turut mengapresiasi dukungan rekan-rekan SMSI yang selama ini bersama-sama menjaga keberlangsungan organisasi di Sumatera Selatan.
Sementara, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya musyawarah sebagai bagian dari mekanisme organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan, merumuskan program kerja, dan menentukan kepemimpinan.
Menurut Firdaus, musyawarah organisasi setidaknya memiliki tiga agenda utama, yakni laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program kerja, serta pemilihan pemimpin.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan masukan, melakukan evaluasi, dan memperbaiki kinerja kepengurusan.
Firdaus menjelaskan bahwa kritik dapat disampaikan melalui berbagai cara, baik secara pribadi maupun terbuka dalam forum resmi. Namun, penyampaiannya perlu mempertimbangkan etika, situasi, dan tujuan untuk membangun organisasi.
Menurutnya, seorang pemimpin perlu memahami karakter serta aspirasi anggota yang dipimpinnya. Sebaliknya, anggota juga diharapkan mampu menyampaikan kritik secara bertanggung jawab demi kemajuan bersama.
Ia berharap Musprov SMSI Sumsel dapat berlangsung dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta komitmen untuk memperkuat organisasi.
Melalui Musprov ini, SMSI Sumsel diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kerja dan memperkuat peran perusahaan media siber di daerah, sekaligus menghadapi perkembangan industri pers yang terus berubah.
Rangkaian kegiatan Musprov kemudian dilanjutkan dengan agenda musyawarah organisasi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Jon Heri kembali terpilih sebagai Ketua SMSI Sumsel periode 2026-2030. (les)