Mediasi Pj Kades Persiapan Bukit Makmur dan Warga Berujung Klarifikasi, Kedua Pihak Sepakat Redam Miskomunikasi
BANYUASIN, LIPUTANSUMATERA.ID – Pemerintah Kecamatan Betung memfasilitasi rapat mediasi antara Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Bukit Makmur, Rahmat Juliansyah, SKM., MM., dengan salah satu warga Desa Persiapan Bukit Makmur, Selasa (20/10/2026).
Mediasi tersebut digelar untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara pemerintah desa dan warga yang muncul setelah adanya komunikasi terkait aksi masyarakat dalam memperjuangkan persoalan yang berkaitan dengan PTPN.
Rapat dihadiri Pj Camat Betung Dino Suryadinata, SH., MH. Turut hadir mewakili Kapolsek Betung, Kanit Binmas Polsek Betung Iptu Hendra Siahaan dan Kanit Intel Polsek Betung Aipda Rizky Leo, SH., serta sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat.
Dalam mediasi, kedua pihak diberikan kesempatan menyampaikan kronologi dan pandangannya masing-masing. Pembahasan terutama berkaitan dengan komunikasi melalui telepon yang kemudian menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Warga Persiapan Desa Bukit Makmur, King, mengatakan secara pribadi dirinya tidak memiliki persoalan dengan Pj Kades Rahmat Juliansyah. Bahkan, menurutnya, hubungan komunikasi secara pribadi selama ini berjalan baik.
Namun, persoalan muncul ketika terdapat komunikasi yang dianggap masyarakat sebagai bentuk penolakan terhadap perjuangan atau aksi yang dilakukan warga.
King menjelaskan, dirinya maupun masyarakat sebelumnya memperoleh informasi bahwa pemerintah desa memberikan respons terhadap perjuangan masyarakat. Namun, setelah adanya komunikasi tertentu, muncul pemahaman di tengah masyarakat bahwa Pj Kades tidak mendukung aksi tersebut.
“Kalau pribadi, saya tidak ada masalah dengan Pak Rahmat. Yang menjadi persoalan adalah komunikasi yang kemudian berkembang di masyarakat,” ujar King dalam forum mediasi.
Ia menegaskan, persoalan yang dibicarakan dalam mediasi bukan mengenai status atau proses administrasi Desa Persiapan Bukit Makmur, melainkan dampak dari komunikasi yang dianggap telah menimbulkan ketersinggungan.
King juga menyampaikan bahwa secara pribadi dirinya telah memaafkan apabila terdapat perkataan yang disampaikan dalam kondisi emosi. Namun, menurutnya, persoalan tersebut sudah diketahui oleh masyarakat sehingga penyelesaiannya perlu dibicarakan secara terbuka.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Persiapan Bukit Makmur Rahmat Juliansyah menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah bermaksud melarang ataupun menghambat perjuangan masyarakat.
Rahmat mengatakan, sikap yang diambilnya selama ini didasari keinginannya agar proses pembentukan Desa Persiapan Bukit Makmur dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Ia menjelaskan bahwa dirinya juga telah melakukan komunikasi dan upaya ke berbagai pihak terkait proses administrasi desa, termasuk mendatangi Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Rahmat, dirinya berada dalam posisi netral, tidak menyuruh dan tidak melarang masyarakat melakukan aksi. Ia mengaku beberapa pernyataan sebelumnya disampaikan dalam kondisi emosional dan mungkin menimbulkan salah pemahaman.
“Saya minta maaf kalau ada salah kata, salah penyampaian atau salah menyebut. Saya tidak bermaksud merendahkan maupun menghina. Tujuan saya semata-mata untuk kepentingan Desa Bukit Makmur agar prosesnya berjalan dan desa ini bisa segera berkembang,” ungkap PJ Kades Persiapan Bukit Makmur yang disapa Ook ini.
Ook juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan tersebut. Ia mengaku berusaha menjalankan tugas sebagai Pj Kades agar kepentingan masyarakat dan masa depan Desa Persiapan Bukit Makmur dapat diperjuangkan.
Polisi: Jangan Sampai Miskomunikasi Melahirkan Persoalan Baru
Kanit Intel Polsek Betung M. Rizky Leo, SH., mengatakan mediasi dilakukan untuk menyelesaikan persoalan dan mencegah munculnya konflik baru antara pemerintah desa dan masyarakat.
Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih mengarah kepada miskomunikasi dalam komunikasi melalui telepon, yang kemudian berkembang menjadi persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Kami ingin menyelesaikan dan menuntaskan masalah ini. Jangan sampai permasalahan lama belum selesai, kemudian muncul permasalahan baru yang akhirnya membuat hubungan pemerintah desa dengan masyarakat menjadi kurang baik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Desa Persiapan Bukit Makmur saat ini masih berada dalam proses persiapan menuju desa definitif. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif.
“Pihak Polsek hanya membantu dan memfasilitasi. Yang kami harapkan adalah persoalan ini selesai dengan baik dan tidak mengganggu proses Desa Persiapan Bukit Makmur,” katanya.
Camat Betung: Jangan Berlarut-larut
Pj Camat Betung Dino Suryadinata, SH., MH., mengatakan pemerintah kecamatan sengaja memfasilitasi pertemuan agar perbedaan pemahaman yang terjadi tidak berlarut-larut.
Menurut Dino, perbedaan penyampaian antara pihak yang menerima telepon dan masyarakat dapat terjadi karena kondisi situasi yang saat itu cukup menegangkan.
“Makanya kami di sini memediasi dan mengambil langkah penyelesaian. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Kita sama-sama masyarakat dan sama-sama tinggal di sini,” ujarnya.
Dino berharap seluruh rangkaian mediasi dapat berjalan aman dan lancar serta menghasilkan kesepahaman yang dapat diterima kedua pihak.
Kanit Binmas: Fokus pada Perjuangan Masyarakat
Kanit Binmas Polsek Betung Iptu H. Siahaan meminta seluruh pihak tidak lagi memperpanjang persoalan yang bermula dari kesalahpahaman komunikasi.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat memiliki perjuangan yang lebih besar terkait persoalan yang mereka perjuangkan, sehingga konflik internal antara pemerintah desa dan masyarakat jangan sampai mengaburkan tujuan tersebut.
“Tidak ada lagi yang menyalahkan dan tidak ada lagi yang mencari-cari kesalahan. Kita bermusyawarah untuk menghasilkan kesepakatan yang baik untuk semua,” tegasnya.
Ia juga meminta Pj Kades maupun perwakilan masyarakat agar sama-sama menurunkan tensi dan tidak mudah terpancing oleh perkataan yang dapat menimbulkan persoalan baru.
Menurutnya, perjuangan masyarakat yang telah berlangsung cukup lama harus tetap menjadi perhatian utama.
“Kalau memang ada perkataan atau perbuatan yang menyinggung perasaan, sebagai manusia tentu kita bisa saling memaafkan. Yang paling penting, kita kembali kepada tujuan utama, yaitu memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut juga dilakukan klarifikasi terkait isu bahwa Pj Kades telah melaporkan King kepada pihak kepolisian. Dalam pembahasan, Rahmat menegaskan bahwa dirinya tidak melaporkan King terkait aksi masyarakat.
Pertemuan kemudian diarahkan untuk membangun kembali komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman.
Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat saling memaafkan dan kesepakatan untuk kembali fokus pada kepentingan masyarakat serta proses pembangunan dan perjuangan Desa Persiapan Bukit Makmur menuju desa definitif.
Dengan adanya mediasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi, menghindari kesalahpahaman, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan jalur yang baik. (les)