Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
28072026

Hilirisasi Singkong di Desa Simpang Bayat: Lebih Bersih dan Putih Berkat Pengeringan Oven

MUBA, LS – Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi yang terletak di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, terus bergerak maju dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal.

Di bawah kepemimpinan Rianti, kelompok ini sukses menggerakkan kaum perempuan setempat melalui hilirisasi komoditas singkong menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, yaitu chip Modified Cassava Flour (Mocaf) dan kuliner tradisional eyek-eyek.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan ini juga mendapat dukungan penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PHE Jambi Merang, yang berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Menjaga Higienitas Mocaf dengan Teknologi Oven

Dalam proses produksi tepung Mocaf, menjaga kualitas warna dan kebersihan adalah kunci utama agar produk dapat bersaing di pasar modern. Untuk memastikan standar kualitas tepung Mocaf tetap putih, bersih, dan higienis, KWT Embun Pagi kini telah beralih dari metode konvensional ke metode yang lebih terukur.

“Kami sekarang mengeringkan chip singkong menggunakan oven. Dengan alat ini, kita bisa mengatur suhunya secara konsisten agar hasilnya maksimal, bersih dari debu, dan warnanya tetap putih cerah sesuai standar,” ujar Ketua KWT Embun Pagi, Rianti, saat diwawancarai oleh liputansumatera.id, (28/9/2026).

Pertahankan Eyek-Eyek karena Pasar yang Menjanjikan

Selain fokus pada tepung Mocaf yang menyasar pasar bahan baku pangan sehat, KWT Embun Pagi juga konsisten memproduksi eyek-eyek, pangan olahan tradisional berbahan dasar singkong.

“Kami tetap memproduksi eyek-eyek karena proses pembuatannya relatif mudah, peminatnya cukup lumayan dan penjualannya di masyarakat sekitar pun sangat gampang,” jelas Rianti mengenai alasan di balik antusiasme ibu-ibu anggota kelompok dalam proses penjemuran produk tersebut.

Mendongkrak ‘Cuan’ dan Harapan Ke Depan

Aktivitas pengolahan singkong ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap isi dompet para anggotanya. Kegiatan ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di Dusun Selaro, sehingga mereka dapat membantu perekonomian keluarga secara mandiri.

Menutup perbincangan, Rianti menyampaikan optimisme dan harapannya untuk keberlanjutan usaha kelompok tani ini di masa depan.

“Harapan kami ke depannya adalah bisa memproduksi dalam jumlah yang jauh lebih banyak lagi, serta jaringan penjualannya semakin luas dan lancar, untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak,” harapnya menutup pembicaraan. (les)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.