Krisis Kepercayaan, Puluhan Warga Pinang Banjar Geruduk Kantor Desa
MUBA, LS – Gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan di Desa Pinang Banjar memuncak pada Rabu (1/4/2026).
Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan protes keras terhadap kepemimpinan Kepala Desa, H. Masrukin, S. Sos, yang telah menjabat selama 3 tahun terakhir.
Aksi yang berlangsung kondusif ini dikawal ketat oleh anggota Polsek Sungai Lilin dan Koramil Sungai Lilin.
Aman Mahmud, selaku perwakilan warga, menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, kepemimpinan Kades saat ini kerap melahirkan kebijakan yang kontradiktif dan menciptakan suasana desa yang tidak kondusif.
“Selama tiga tahun ini, banyak kebijakan kontroversial yang justru menciptakan lingkungan tidak sehat. Bahkan, konflik horizontal sering berakhir pada jalur hukum karena gagal diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Aman.
Warga juga menyoroti pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari APBDes. Mereka menilai pembangunan tidak berjalan sesuai tahapan dan tidak tepat sasaran bagi penerima manfaat.
Kurangnya pelibatan tokoh sentral desa dan rendahnya pengayoman kepada masyarakat dituding menjadi penyebab utama krisis kepercayaan ini.
“Intinya, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan. Kami menilai pembangunan hanya merugikan warga dan tidak ada pendekatan persuasif dari kepala desa kepada masyarakatnya sendiri,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan desa demi mengembalikan keharmonisan dan transparansi di Desa Pinang Banjar.
Sementara, Kepala Desa Pinang Banjar, H. masrukin, S.Sos., saat dikonfirmasi belum ada tanggapan. (les)
