Protes Instruksi Gubernur Sumsel, Aliansi Driver Batubara Muba Minta Pengecualian Untuk Truk Kapasitas 10 Ton
MUBA, LS – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Driver Dump Truck (DT) 10 Ton, melakukan aksi damai sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembatasan angkutan batubara di jalan umum.
Aksi berlangsung di depan Kantor Camat Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (25/2/2026).
Penanggung jawab aksi, Rian Abdullah SH, C.Me, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dilaporkan secara resmi kepada Intel Polres Muba. Massa berkumpul sejak pukul 10.00 WIB di Simpang Telkom Batubara sebelum bergerak menuju titik aksi di Kantor Camat Sungai Lilin.
“Kami turun dengan kekuatan ratusan orang dan direncanakan aksi berlangsung selama tiga hari hingga 27 Februari mendatang,” ujar Rian kepada awak media.
Aksi ini dipicu oleh Instruksi Gubernur Sumatera Selatan yang melarang angkutan batubara melintasi jalan umum dan mewajibkan perusahaan membangun jalan khusus (hauling). Kebijakan ini merupakan buntut dari insiden robohnya jembatan di Kabupaten Lahat pada Desember 2025 akibat truk bermuatan 40 ton.
Rian menilai kebijakan tersebut tidak adil bagi para sopir lokal. “Kejadian di Lahat melibatkan angkutan 40 ton, wajar jika dilarang. Namun, memukul rata aturan kepada driver DT 10 ton di Sungai Lilin sangat merugikan ekonomi keluarga kami,” tegasnya.
Menanggapi orasi tersebut, Camat Sungai Lilin, Drs. Yuliarto MSi, menyatakan pihak pemerintah kecamatan memahami kondisi sulit yang dihadapi para sopir. Ia berjanji akan meneruskan tuntutan massa kepada Gubernur Sumatera Selatan melalui Pemerintah Kabupaten Muba.
Senada dengan hal itu, Kapolsek Sungai Lilin, Iptu Marlin SH, mengimbau agar massa tetap menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.
“Kami dari Forkopimcam bersimpati, namun ini adalah kewenangan Provinsi. Mari kita hormati kebijakan yang ada sembari menunggu solusi dari pihak Provinsi. Kami pastikan suara rekan-rekan akan kami sampaikan secara berjenjang,” kata Iptu Marlin.
Selama aksi, massa melengkapi diri dengan mobil komando, spanduk, dan pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan mereka agar diberikan izin melintas khusus bagi armada kapasitas kecil. (Les)
