MUBA, LS – Pemerintah Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi membentuk dan mengesahkan Satuan Tugas (SATGAS) untuk mengawasi realisasi tuntutan warga Rimba Rakit terhadap PT Samudera Kencana Mas (SKM).
Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil mediasi aksi damai masyarakat yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 lalu.
Rapat pengesahan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Camat Babat Supat, Musmulyadi, SE., MM., didampingi Kapolsek Babat Supat beserta anggota, perwakilan Koramil 04-01 Sungai Lilin, Kepala Desa Sukamaju, pihak PKM Sungai Lilin, serta perwakilan warga terdampak dan manajemen perusahaan.
Dalam arahannya, Camat Musmulyadi menegaskan dua poin utama kesepakatan:
Pembentukan SATGAS secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Camat Babat Supat.
Instruksi langsung kepada Tim SATGAS untuk segera menggelar rapat internal guna menyusun jadwal kerja (time schedule) dan menginventarisasi progres penyelesaian tuntutan di lapangan.
Satgas ini diperkuat oleh lintas sektor dengan susunan sebagai berikut:
Pembina: Camat Babat Supat, Kapolsek, Danramil, Kades Sukamaju, dan Kepala UPT Puskesmas Sungai Lilin.
Koordinator: Sekretaris Camat Babat Supat, Amir Syarifuddin, SH.
Sekretaris: Sherli Mulyati, SE (Unsur Desa).
Kepala Satgas: Kepala Seksi Trantib Kecamatan Babat Supat.
Anggota: Terdiri dari 31 personil gabungan unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Perangkat Desa, BPD, perwakilan masyarakat, dan pihak PT SKM.
Hasil Inventarisasi Lapangan (Jumat, 10 April 2026)
Koordinator Satgas, Amir Syarifuddin, SH., melaporkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat pagi (10/04). Beberapa progres signifikan yang berhasil dicatat antara lain:
Foto : Penutupan pipa pembuangan limbah dan penyediaan air bersih terhadap warga terdampak
Pembuangan Limbah: Pemasangan elbow valve pipa 8 inci pada dua titik pembuangan limbah telah rampung 100%.
Air Bersih Dusun II:
Instalasi mesin dari waduk ke penampungan (tedmon) hingga distribusi ke rumah warga mencapai 100%.
Pemasangan pipa dari pabrik ke Masjid Darul Mukmin dan wilayah Rimba Rakit seberang masjid mencapai 90%.
Distribusi air di Lorong Kladi serta wilayah rumah Bapak Pardusi dan Ayatullah Komayni telah selesai 100%.
Infrastruktur & Lingkungan: Peninggian tanggul limbah dan pembersihan Parit 41 dijadwalkan mulai dikerjakan pada 14 April 2026 menggunakan alat berat (Long Arm) dengan target penyelesaian sekitar satu bulan.
Pelayanan Kesehatan: Posyandu telah dibersihkan dan dialiri listrik. Kelengkapan sarana prasarana seperti meja dan kursi akan segera dilengkapi agar pelayanan kesehatan dapat mulai berjalan pada minggu pertama bulan Mei mendatang.
Pembentukan Satgas ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan perusahaan, sekaligus memastikan setiap poin kesepakatan dijalankan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. (les)